Tren Kejahatan Siber & Hacker, Data Breach Berbasis AI & Deepfake, Yuk kita Simak..!

By Admin in Berita Keamanan Siber

Berita Keamanan Siber
  • AI Sebagai Senjata Utama: Hacker semakin canggih memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) untuk mempercepat serangan siber. Laporan CrowdStrike 2026 menunjukkan breakout time (waktu yang dibutuhkan peretas untuk bergerak dari sistem yang terinfeksi ke sistem lain) turun drastis, bahkan tercatat kasus tercepat hanya 27 detik.
  • Data Breach Berbasis AI & Deepfake: Tahun 2026 didominasi oleh ancaman data breach yang memanfaatkan AI dan deepfake untuk phishing dan manipulasi data, seperti kasus yang menimpa Nike & Brightspeed.
  • Serangan Siber Global (Geopolitik): Konflik di Timur Tengah memicu lonjakan serangan hacktivist. Sekitar 149 serangan DDoS tercatat menargetkan 110 organisasi di 16 negara antara akhir Februari hingga awal Maret 2026.
  • Serangan ke Infrastruktur Vital: Hacker Iran dilaporkan menggunakan Starlink untuk melancarkan serangan siber ke Israel, sementara IDF menyerang markas siber Iran di Teheran.
  • Peningkatan Keamanan Android: Google merilis tambalan (patch) keamanan Android Maret 2026 yang memperbaiki lebih dari 100 kerentanan, termasuk satu celah Qualcomm (CVE-2026-21385) yang sudah aktif dieksploitasi. 

Berita IT & Hacker di Indonesia (2025-2026)
  • Penangkapan "Bjorka": Polda Metro Jaya menangkap seorang pemuda berinisial WFT (22 tahun) di Minahasa, Sulawesi Utara, pada 23 September 2025, yang diduga sebagai sosok di balik akun peretas Bjorka. WFT mengaku melakukan peretasan secara otodidak untuk memeras bank swasta dan mengklaim meretas 4,9 juta data nasabah.
  • Rekrutmen Hacker untuk Keamanan Nasional: LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) merekrut hacker hebat asal Indonesia untuk memperkuat sistem keamanan CoreTax dari peretasan.
  • Risiko Internal (Insider Threat): Risiko keamanan tidak hanya dari luar, tetapi juga dari ancaman internal yang sering terabaikan, menurut laporan CSIRT Indonesia. 
Tips Keamanan Terbaru
  • Waspada terhadap phishing melalui email atau WhatsApp yang menggunakan AI untuk meniru pihak tepercaya.
  • Perusahaan dan individu disarankan memperbarui perangkat lunak (patching) sesegera mungkin, terutama untuk komponen Qualcomm dan VMware yang rentan. 

Sumber : https://thehackernews.com/


Back to Posts